Jumat, 21 November 2008

NASEHAT AYAH BUNDAKU



NASEHAT ORTU BUAT KAMI
MENJADI SUAMI DAN ISTRI


Tuhan ciptakan manusia di dunia ini dari 2 jenis laki dan perempuan. Bila tiba waktunya mereka dipersatukan secara resmi lewat pernikahan yang halal tentunya.
Dan dari sinilah kita perlu tahu kewajiban kita sebagai suami dan pula sebagai Istri.

Ketika saya menikah, Orang tuaku bernasehat kepadaku begini :
Kamu sebagai suami dalam menjalankan kewajibanmu dalam rumah tangga harus :

1. NGAYANI Artinya harus memberikan nafkah keperluan hidup keluarga menurut kemampuanmu. Kamu berkewajiban mencarikan keperluan-keperluan hidup keluarga.
2. NGAYOMI Artinya Melindungi keluargamu dari mara bahaya yang akan menimpa keluarga ( Istri dan anakmu kelak ) memberikan tempat berlindung atau berteduh jasmani maupun rohani keluarga. Kamu sebagai suami tidak boleh kejam, menyakit istri baik jasmani maupun Rokhani.
3. NGAYEMI Artinya memberi rasa tentram, tenang didalam hati kelaurga yang berlandaskan rasa cinta kasih sedalam dalamnya, dengan penuh kasih sayang untuk berbuat kebaiukan terhadap keluarga.

Kemudian Ortuku juga bilang ke Istriku pula. Ibuku bilang sebaliknya kamu nduk.... sebagai Istri kamu juga harus :
1. MACAK Artinya Istri harus pandai berpakaian, Istri harus memelihara keindahan diri, Istri menjaga keindahan pakaian, kecantikan. Dan Istri harus penadai mengatur secara sederhana tapi rapi, pandai menenangkan hati suami dan harus terlihat menarik perhatian dimata suami.
2. MASAK Artinya harus pandai memasak makanan, terutama dari bahan yang murah menjadi makan yang enak sehingga disukai oleh suami dan anak-anaknya. Istri juga harus pandai mengatur keuangan untuk keperlua keluarga sesuai dengan kemampuan penghasilan suami.
3. MANAK Artinya Istri sebagai pemelihara serta penerus keturunan, maka dari itu isteri haruslah melahirkan anak yang baik serta mendidik anak-anaknya dengan baik juga

Nasehat Ortu itu tadinya kuanggap acara seremonial saja, bak para penceramah yang menyampaikan ceramahnya, setelah selesai ya sudah..... saat itu ku dengarkan tapi memang belum aku hayati benar.....

Lambat laun waktu berjalan, Ayah ku meninggal, dan kini Ibukupun telah menyusul Ayahku menghadap sang Khaliq....

Dalam renunganku ternyata... nasehat itu sangat menghentakkan jiwaku...... kata-katanya sederhana...memang, tapi sungguh sangat terngian dilubuk batinku yang paling dalam....

Ketika dalam kebersamaanku bersama Istri hanya berdua, anak - anak sudah tidur.... Dalam keheningan itu Istriku tiba tiba menangis.... dan menangis sejadinya, dan ketika aku mendesak bertanya mengapa... Tangisnya memecah kian dahsyat...... dan ia sebut.... ” Ibu memang benar iya Yah.... ” Nasehat Ibu ketika kita nikah itu ternyata memang benar...

Damailah Ibuku, Terima kasih Bunda

16 komentar:

Hanif mengatakan...

Iya pak, kadang kita baru sadar kata seseorang itu benar ketika dia sudah jauh dari kita :)

Erik mengatakan...

Nasehat orang tua itu sederhana tapi mempunyai makna yang mendalam ya pak...

marsudiyanto mengatakan...

Wah...
Mas Jahid pinter tutur2...
Semoga kita2 termasuk orang yang patuh pada nasehat orang tua.
Amin...
Sukses buat Om Jay...
(meh koyo jenenge koncoku, Pak Jay alias Pak Djazuli Guru SMA 1 sing omahe Wetan Sekopek...)

Nyante Aza Lae mengatakan...

wah klo kita nurutin nasehat ortu yg kayak ginian, alamat deh selamat dunia akherat..lam kenal mass

sawali tuhusetya mengatakan...

wah, nasihat orang tua memang seringkali baru terasa maknanya setelah mereka tiada. semoga om jay dan keluarga mendapatkan kebahagiaan lahir dan batin setelah menemukan makna di balik pitutur orang tua om jay itu.

perempuan mengatakan...

nasehat adalah sebuah bntuk kasih syg org tua buat qt, bruntung sekali mas msh diberi kesmpatan mndengar "pitutur" mereka, sekaligus dilaksanakan yg baik. smoga :D

Lala mengatakan...

Kita baru merasa apa yang dinasehatkan itu benar-benar baik jika sudah merasakan dan membuktikan sendiri, biasanya pada waktu dinasehati mungkin hanya mendengar setengah hati.

Ranny Rachma Suci mengatakan...

wah..wah nasehat yang amat berguna

khairuddin mengatakan...

Bertambah lagi saudara dari kendal.. Sebelumnya sudah punya pak Mars dan mas Achmad kini ada Om jay...

Lha iya..itu yang membuat nilai tambah buat orang tua kita mas. pdhl mereka dulunya tidak mengenyam pendidikan tinggi kek kita sekarang. Tapi kata2nya bijak. mereka berbicara dari hati, dan bukan basa basi. AKupun mempunyai orang tua spt itu, tidak tamat sd, tapi tutur katanya luar biasa... sekalipun beliau sudah alm.

endar fitrianto mengatakan...

dulu waktu nikah nggak memperhatikan nasehat ortu, yang dipikirkan cuma suasana kamar pengantin nanti malam he. he.. he...
setelah baca posting ini dan meresapi ternyata nasehat tersebut benar-benar bermanfaat untuk bekal dalam mengarungi bahtera rumah tangga

arifudin mengatakan...

Semoga kita semua dianugrahi keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah amin......

juliach mengatakan...

Nasehat mereka, aku akui baik sekali, tapi tidak mengikuti kemajuan jaman.

Lah, kalo kaya aku ini tak punya lagi suami bagai mana? semuanya harus dikerjakan semua.

RafiHafizhan mengatakan...

Bener tuh pak, harusnya nasehat-nasehat itu dipatenkan ya sebab bener semua dan terbukti

namada mengatakan...

nasehat2 konvensional biasanya dianggap angin lalu oleh anak muda jaman sekarang, tanpa mereka sadari nasehat itu punya makna yang jauh lebih dalem dari nasehat itu sndiri

Hellen mengatakan...

Orang tua senantiasa mendoakan yang terbaik buat anak-anaknya...
Kadang kita anggap remeh... padahal luar biasa manfaatnya...

Jadi ingat ayah bunda nih...

hes mengatakan...

.. pesan dan nasehatnya mengharukan. langsung pada intinya dan tepat pada sasaran. trims pa udah nampilin dan mastiin kalo kita yang udah (dan mau) berkeluarga juga membacanya (dan harusnya) bisa menerapkannya :D

Raja di Raja

Raja di Raja

RUMAHKU ADALAH SURGAKU.... BIARPUN SEDERHANA... TETAPI DIDALAMNYA ADA PENUH CINTA DAN KASIH SAYANG